Tidak Mau Koordinasi, Warga Keluhkan Pekerjaan Hotmix di Jalan Ampera Duri

Bengkalis353 Dilihat

Duri.DuriPos.com – Ibarat perut yang sakit, kepala yang diobat, itulah pribahasa yang tepat ditujukan bagi kegiatan pengerjaan pengaspalan Hotmix di Jalan Ampera, perbatasan dua Kelurahan Duri Timur dan Kelurahan Babussalam.

Sejumlah argumen masyarakat pun muncul saat mengetahui pengerjaan kegiatan yang berlangsung dimalam hari dibawah naungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Bengkalis itu.

“Sudah menyalah ini, kontraktornya tidak mau kordinasi sebelum pekerjaan dimulai. Kalau seperti ini, kami tidak mau tau. Jalan yang sudah bagus diperbaiki, sementara yang berlubang tak masuk hitungan. Lebih baik jangan dikerjakan, dari pada ribut semua,”ujar Ketua RW 08, Kelurahan Babussalam, Ridwan saat melihat dari dekat hasil pengerjaan Hotmix itu, Senin (15/12/25).

Dikatakan Ridwan, padahal sebelumnya, dirinya sudah mewanti wanti rekanan yang bekerja agar kordinasi sebelum bekerja agar tidak salah sasaran

“Ya benar, ini proyek bapak pembangunan, Along. Malas lihatnya, sudah tidak tepat sasaran,”ungkapnya.

Terpisah, Wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Duri Timur, Robby Leonardo mengaku kecewa dengan sikap tak mau tau rekanan akan pekerjaan yang dilakukan.

“Tak bisa ditolerir lagi ini. Perut yang sakit, kepala yang diobat. Depan rumah kami yang rusak, eh malah didepan jalan masuk, padahal bagus, itu yang dilapis,”tudingnya.

Saat dikonfirmasi, Senin (15/12/25), Rekanan pengerjaan Hotmix, Hendri Along mengaku pihaknya hanya pekerja menurut konsultan perencana.

“Kami hanya pekerja, ikut konsultan saja. Konsultan sekarang ini, konsultan tahun tinggi, tak mungkin ditambah atau pun dipindahkan. Aspal sudah kami beli sesuai kebutuhan,”terangnya.

Pantauan dilapangan, Proyek Penunjukkan langsung (PL) yang diakui hanya memiliki ketebalan 3 hingga 4 Centimeter itu tampak dikerjakan asal asalan. Masyarakat hingga kini dibingungkan dengan spek dan budget proyek sebagai pengawas dadakan, dikarenakan rekanan sama sekali tidak memajanh plang keterangan kegiatannya.**

Komentar