Dari Riau untuk Sumbar: Ketulusan 308 Personel Pulang dari Misi Kemanusiaan

Provinsi Riau537 Dilihat

Pekanbaru,DuriPos.ccom — Ketulusan, keberanian, dan empati menjadi bekal utama 308 personel Polda Riau saat kembali ke Bumi Lancang Kuning usai menuntaskan misi kemanusiaan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kepulangan mereka disambut langsung Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Jumat (12/12/2025).

Dalam sambutannya, Irjen Herry menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi personel yang menjalankan tugas bukan sekadar sebagai operasi teknis, melainkan panggilan kemanusiaan. “Dari lubuk hati yang paling dalam, atas nama pribadi dan institusi mewakili Bapak Kapolri, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, keberanian, dan ketulusan yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Kapolda, kehadiran personel di tengah bencana mencerminkan nilai kemanusiaan yang hakiki sekaligus jati diri Budaya Melayu—siap menolong sesama. Ia menegaskan, anggota Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi penjaga kemanusiaan saat masyarakat membutuhkan respons cepat dalam situasi darurat.

Penugasan di Agam, lanjutnya, menuntut kesabaran, kepekaan, dan empati di tengah keterbatasan. “Saya tahu rekan-rekan lelah. Kita bekerja bukan untuk dilihat publik, tetapi untuk kemanusiaan,” katanya. Kapolda juga menilai tugas ini menjadi portofolio berharga bagi personel karena dikerjakan dengan keikhlasan.

Selama 14 hari bertugas di Kecamatan Palembayan, personel Polda Riau terlibat dalam evakuasi korban, pemulihan wilayah, hingga pendampingan psikologis warga terdampak bencana galodo. Koordinasi lintas sektor pun berjalan solid bersama TNI, Basarnas, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat—sebuah praktik nyata pendekatan whole of society dalam penanggulangan bencana.

Selain tenaga dan waktu, Polda Riau menyalurkan bantuan logistik serta peralatan pemulihan seperti sekop, cangkul, dan angkong. Untuk mengatasi keterisolasian komunikasi warga, bantuan konektivitas juga dihadirkan melalui layanan satelit, sehingga warga kembali terhubung dengan keluarga dan layanan darurat.

“Atas respons cepat, koordinasi rapi, dan cara bertindak profesional ini, wajah Polri yang humanis tampak nyata,” tutur Kapolda seraya menyatakan akan memberikan penghargaan kepada para personel. Kepulangan mereka menandai berakhirnya satu misi, namun meninggalkan jejak empati—bahwa di tengah bencana, negara hadir melalui tangan-tangan yang bekerja dengan hati.**

Komentar