Gubernur Riau Apresiasi Pagelaran Budaya Sakai Batin 8 dan Batin 5 di Mandau

Provinsi Riau699 Dilihat

Mandau,DuriPos.com — Pagelaran Budaya Sakai kawasan Batin 8 dan Batin 5 yang berlangsung di rumah adat Sakai, Km 6 Jalan Rangau, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Senin (8/12/2025) mendapat apresiasi dari Gubernur Riau. Apresiasi tersebut disampaikan oleh Perwakilan Dinas Kebudayaan Riau, Yanto, yang hadir mewakili Gubernur pada acara tersebut.

Dalam sambutannya, Yanto menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada tokoh masyarakat, pemangku adat, panitia, serta seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan pagelaran budaya tersebut. Acara turut dihadiri Kapolda Riau atau perwakilan, Ketua MKA LAM Riau beserta rombongan, perwakilan Pemkab Bengkalis, unsur dunia usaha, ketua paguyuban, pemangku adat, serta tokoh masyarakat dari Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, hingga Kandis.

Gubernur melalui sambutan yang dibacakan Yanto menegaskan bahwa pelestarian budaya Melayu dan tradisi masyarakat Sakai merupakan identitas Riau yang harus dijaga dan diwariskan lintas generasi. Pagelaran ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti Tari Pong, Tari Lancang Poci, Baju Tingkek, hingga prosesi adat pernikahan Ular Sabai Ukur Sebait, yang disebutnya sebagai khazanah penting Bumi Lancang Kuning.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa hingga 2024, Provinsi Riau telah memiliki 71 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang ditetapkan secara nasional, termasuk unsur budaya masyarakat Sakai yang telah menjadi WBTb Indonesia sejak 2020.

Lebih jauh, Gubernur mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap sumber daya alam tidak dapat berlangsung selamanya. Karena itu, ia mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan potensi budaya sebagai sumber ekonomi baru, seperti UMKM, wisata adat, dan ruang kreativitas budaya.

“Budaya mampu membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja. Kegiatan seperti ini perlu dipromosikan lebih luas, bahkan layak menjadi agenda pariwisata budaya tingkat provinsi,” ujar Yanto saat membacakan sambutan Gubernur.

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada panitia serta pihak perusahaan yang telah mendukung penyelenggaraan acara. Ia berharap pagelaran ini menjadi tonggak sejarah sekaligus momentum memperkuat marwah budaya Melayu.

Sambutan kemudian ditutup dengan pesan bernuansa sastra: “Mengapa Sungai Mandau penuh makassar? Menyalakan jiwa penuh semangat. Warisan Sakai jangan hilang ditelan masa. Inilah jati diri yang harus kita angkat.”

Kegiatan ditutup dengan doa serta harapan agar kebudayaan Sakai dan Melayu semakin maju dan menjadi kekuatan sosial budaya di Riau.**

 

Komentar