Duri,Duripos.com – Ratusan driver Maxim memadati kantor Maxim di Jalan Mawar, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Selasa (25/11/2025).
Aksi ini pecah setelah para driver menilai kebijakan tarif perusahaan sudah “tidak manusiawi” dan merugikan mereka secara ekonomi.
Koordinator Aksi Driver Maxim Duri, Ronni Halomoan Lubis, menegaskan bahwa para driver sudah terlalu lama dipaksa bekerja dengan tarif yang jauh di bawah standar kota lain.
“Tarif kami hanya Bike Rp8.900 dan Car Rp10.900. Ini sudah tidak masuk akal. Kami minta tarif disamakan, titik!” tegas Ronni.
Ia menambahkan, selain rendahnya tarif, rute perjalanan sering tidak sesuai Maps sehingga pendapatan driver semakin tergerus.

“Jangan bebankan kami dengan skema tarif yang tidak mencerminkan jarak sebenarnya. Kami hanya minta keadilan,” katanya.
Ronni mengingatkan, aksi hari ini baru langkah awal. Jika manajemen Maxim terus abai, mereka akan menggelar aksi yang lebih besar dan memblokir operasional Maxim di Duri.
“Audiensi sudah kami lakukan minggu lalu, tapi tidak ada itikad baik. Kalau kali ini tetap tidak digubris, kami pastikan aksi berikutnya lebih besar dan bisa melumpuhkan kantor Maxim di Duri,” ancamnya.
Perwakilan Kantor Maxim Duri, Muhammad Rafli, mengaku belum bisa memenuhi tuntutan driver karena kewenangan penyesuaian tarif berada di pusat.

“Sudah kami laporkan ke pusat, tapi belum ada keputusan. Hari ini perwakilan Maxim pusat akan datang ke sini untuk memberikan penjelasan,” ungkapnya.
Juru bicara driver, Enok, menyampaikan bahwa massa aksi sepakat menunggu kedatangan manajemen dari Pekanbaru.
“Informasinya mereka tiba sekitar pukul 03.00–04.00. Untuk sementara, massa bubar dulu dan kembali saat manajemen tiba,” tegasnya.
Aksi berlangsung dengan penjagaan ketat dari Polsek Mandau dan Satlantas Polres Bengkalis guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.**











Komentar