DURI, DuriPos.com – Pengurus Duri Disabilities Center (DDC) menggelar silaturahmi bersama Humas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di salah satu kafe di Jalan Hangtuah, Duri, Senin (17/11/2025).
Pertemuan ini menjadi ajang perkenalan sekaligus penyampaian visi, misi, serta program-program DDC yang telah berjalan selama ini.
Pada kesempatan tersebut, pihak Humas PHR diwakili oleh Community Involvement Development (CID) Vigo. Ia menjelaskan bahwa PHR memiliki sejumlah program pengembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat yang berpotensi untuk disinergikan dengan kegiatan pemberdayaan penyandang disabilitas.
Diskusi kemudian berkembang pada peluang kolaborasi jangka pendek maupun jangka panjang yang memungkinkan untuk direalisasikan bersama.

Ketua Umum DDC Muklis, mengapresiasi perhatian serta waktu yang diberikan Humas PHR untuk bersilaturahmi dengan jajaran pengurus DDC.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Humas PHR yang sudah menyempatkan waktu bersilaturahmi dengan kami. Pertemuan awal ini bisa menjadi langkah baik untuk bersinergi dalam mewujudkan visi dan misi DDC,” ungkapnya.
Mukhlis berharap PHR dapat membantu mengenalkan DDC kepada para mitra kerja maupun perusahaan yang berada di bawah naungan PHR.
“Kami berharap PHR dapat memperkenalkan DDC kepada para mitra, sehingga ke depan anak-anak disabilitas dapat lebih diperhatikan dan disetarakan dengan masyarakat umum,” tambahnya.

Muklis juga memaparkan bahwa DDC saat ini telah menyiapkan program pemberdayaan di bidang perikanan. DDC telah memperoleh izin pemanfaatan lahan di kawasan Tegal Sari, yang akan digunakan untuk budidaya ikan mulai dari proses pembibitan hingga pengelolaan.
“Program ini dirancang sebagai wadah pelatihan dan pemberdayaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” terangnya.
Sementara itu, perwakilan CID PHR, Vigo, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal untuk melakukan assessment dan memahami arah program DDC.
“Pertemuan ini adalah assessment awal untuk memahami arah dan program DDC. Ke depan, PHR akan mengupayakan agar anak-anak disabilitas dapat mandiri melalui program pemberdayaan yang tepat sasaran,” ujar Vigo.
Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk terus menjalin komunikasi dan membuka ruang kolaborasi dalam upaya pemberdayaan penyandang disabilitas di wilayah Duri.**











Komentar