Cahaya Kebersamaan di Malam Ramadan, Pemuda RW01 Pematang Pudu Gelar Festival Lampu Colok

Bengkalis455 Dilihat

MANDAU,DURIPOS.COM – Malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah menjadi momen istimewa bagi masyarakat RW01 Kelurahan Pematang Pudu. Cahaya ratusan lampu colok yang berjajar di sepanjang Jalan Bathin Betuah menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan dalam Festival Lampu Colok yang digelar pemuda setempat, Senin (16/3/2026).

Kegiatan yang digagas Pemuda Sakai di wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya memeriahkan malam-malam Ramadan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. Festival ini pun disambut antusias masyarakat yang turut hadir menyaksikan keindahan lampu-lampu tradisional yang menerangi malam.

Tokoh Pemuda Sakai, Faiz, bersama Ketua RW01 Kelurahan Pematang Pudu, Kuri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berawal dari ide salah seorang pemuda Sakai bernama Diro. Ia mengusulkan agar tradisi lampu colok kembali dihidupkan sebagai simbol kegembiraan menyambut Ramadan.

Ide tersebut kemudian disampaikan kepada pihak kelurahan dan kecamatan hingga akhirnya mendapat dukungan penuh untuk dilaksanakan di lingkungan RW01 Kelurahan Pematang Pudu.

Lurah Pematang Pudu, Muhammad Vicky, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas dan semangat pemuda yang mampu menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.

“Pemerintah Kelurahan Pematang Pudu akan selalu mendukung kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi pemuda serta masyarakat,” ujar Vicky yang baru menjabat sebagai Lurah Pematang Pudu.

Sementara itu, Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si., yang hadir bersama Ketua TP-PKK Kecamatan Mandau Dewi Asdinar, S.Sos., M.Si., serta jajaran staf kantor camat, mengaku bangga melihat tingginya semangat masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan sederhana seperti Festival Lampu Colok mampu memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Bangga kami Pak, Buk, atas ide yang telah diberikan oleh Pemuda RW01 sehingga kegiatan ini bisa terlaksana. Dengan kebersamaan seperti ini banyak hal yang bisa kita buat,” ujar Riki Rihardi.

Ia juga berpesan kepada para ketua RT dan RW agar selalu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.

“Mungkin selama bertugas kita tidak selalu bisa menyelesaikan persoalan masyarakat, tetapi setidaknya kita menerima mereka dengan baik dan hati yang lapang. Dengan begitu masyarakat merasa didengar meskipun belum langsung mendapatkan solusi,” pesannya.

Festival Lampu Colok ini tidak hanya menjadi ajang memperindah malam Ramadan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya nilai gotong royong, kekompakan, serta semangat kebersamaan masyarakat Pematang Pudu dalam menjaga tradisi dan budaya lokal.**

Komentar