Empat Hari Menyemai Kesadaran Hukum, Jaksa Masuk Sekolah Sentuh Pelajar Mandau–Pinggir

Bengkalis447 Dilihat

Duri,DuriPos.com — Suasana ruang kelas di sejumlah SMP Negeri di Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir terasa berbeda. Bukan pelajaran rutin yang berlangsung, melainkan dialog hangat seputar hukum, kenakalan remaja, hingga bahaya narkotika dan pornografi. Selama empat hari, sejak 14 hingga 17 Januari, Kejaksaan Negeri Bengkalis hadir langsung menyapa para pelajar melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Program penyuluhan hukum ini dilaksanakan di SMP Negeri 10 Mandau, SMP Negeri 4 Mandau, SMP Negeri 2 Pinggir, dan SMP Negeri 4 Pinggir. Sasaran utamanya adalah pelajar tingkat sekolah menengah pertama, sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap berbagai pelanggaran hukum di kalangan remaja.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Nadda Lubis, S.H., M.H., menjelaskan bahwa Jaksa Masuk Sekolah merupakan program nasional Kejaksaan Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum bagi generasi muda.

“Melalui program ini, pelajar dikenalkan pada pentingnya hukum serta bahaya tindakan pidana seperti penyalahgunaan narkoba, kekerasan, hingga perilaku menyimpang lainnya,” ujar Nadda Lubis.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam JMS tidak bersifat satu arah. Para jaksa turun langsung ke sekolah dan menyampaikan materi melalui seminar, dialog interaktif, serta diskusi yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari pelajar.

“Kami ingin menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab, sekaligus mengajak pelajar memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara,” jelasnya.

Selain membahas kenakalan remaja, para pelajar juga diberikan pemahaman tentang sistem peradilan dan konsekuensi hukum dari setiap perbuatan melanggar hukum. Edukasi ini diharapkan dapat membentengi remaja dari perundungan, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkotika.

Lebih lanjut, Nadda Lubis menegaskan bahwa program JMS tidak hanya berorientasi pada edukasi, tetapi juga membuka ruang dialog antara aparat penegak hukum dan pelajar. Dengan demikian, diharapkan tumbuh rasa saling pengertian serta kepercayaan terhadap penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif.

“Melalui pengenalan hukum sejak dini, kami berharap dapat membentuk karakter pelajar yang lebih baik dan menekan angka pelanggaran hukum di kalangan remaja,” tuturnya.

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini turut didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bengkalis Wahyu Ibrahim, S.H., M.H., Kasubsi I Bidang Intelijen James Naibaho, S.H., M.H., serta Kasubsi II Bidang Intelijen Steven Jefferson, S.H., M.H.

Program JMS menjadi langkah proaktif Kejaksaan Negeri Bengkalis dalam mendukung upaya pemerintah menciptakan generasi muda yang sadar hukum, berintegritas, dan bertanggung jawab. Meski demikian, Kejaksaan mengakui masih diperlukan kolaborasi yang lebih luas dengan pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat agar edukasi hukum ini dapat menjangkau lebih banyak pelajar secara berkelanjutan.**

Komentar