Menenun Harapan, Ikhtiar Pemuda Sakai Merajut Asa di Industri Migas

PHR369 Dilihat

BENGKALIS,DuriPos.com – Di sebuah sudut Riau, harapan itu dirajut pelan namun pasti. Bagi Fadilah (23), pemuda Suku Sakai, bangku kuliah pernah terasa sebagai mimpi yang terlalu tinggi untuk digapai. Keterbatasan ekonomi dan tekad kuat untuk tidak membebani orang tua membuat masa depan seolah berjalan di lorong sempit. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan datang dan mengubah arah hidupnya.

Program Beasiswa Suku Sakai dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadi titik balik. Selama empat tahun, Fadilah menempuh pendidikan tinggi di UIN Suska Riau tanpa harus memikirkan biaya. Bukan sekadar bantuan finansial, beasiswa ini membuka ruang pembelajaran yang lebih luas—hingga pada kesempatan magang kerja di lingkungan profesional PHR setelah lulus.

“Beasiswa ini bukan hanya soal biaya sekolah, tapi soal peningkatan kemampuan dan kapasitas. Saya banyak mendapat ilmu dan manfaat yang luas. Setelah lulus kuliah, saya mendapat kesempatan magang kerja di PHR. Ini adalah bekal yang tak ternilai untuk masa depan saya,” tutur Fadilah, penuh semangat.

Kini, Fadilah tak lagi sekadar penerima bantuan. Ia menjadi potret keberhasilan sebuah program pengembangan sumber daya manusia yang dirancang untuk mengangkat martabat masyarakat adat di wilayah operasi perusahaan migas. Dari keterbatasan menuju kepercayaan diri, dari mimpi menuju kompetensi.

Cerita serupa datang dari Ahmad Fuadi (23), pemuda Sakai lainnya yang menempuh pendidikan di Universitas Islam Riau (UIR). Ia kini menjalani magang kerja di tim operations PHR. Bagi Ahmad, beasiswa ini adalah pintu masuk ke dunia profesional yang sebelumnya hanya ia lihat dari kejauhan.

“Saya bersyukur mendapat kesempatan meraih Beasiswa Sakai dan magang kerja di PHR. Program ini memberi pengalaman, pengetahuan, dan pembelajaran berharga sebagai bekal pengembangan diri dan profesionalisme ke depan,” ujarnya.

Lebih dari kisah personal, Beasiswa Suku Sakai mencerminkan investasi jangka panjang pada manusia. Data Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sakai Riau (HPPMSR) menunjukkan dampak nyata program ini: angka putus sekolah berhasil ditekan hingga 31 persen, lebih dari 99 putra-putri Sakai merasakan manfaat langsung, dengan rata-rata IPK 3,4. Bahkan, 70 persen alumni telah terserap di dunia kerja atau berhasil membangun usaha mandiri.

Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif pengembangan SDM dan perluasan akses pendidikan bagi masyarakat adat Suku Sakai di Provinsi Riau.

“Program ini bertujuan menciptakan generasi muda yang mandiri, profesional, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Di tengah hiruk-pikuk industri migas, kisah Fadilah dan Ahmad Fuadi menjadi penanda bahwa pembangunan tak melulu soal angka produksi. Ada harapan yang ditenun, ada asa yang dirajut—tentang masa depan yang lebih setara, di mana anak-anak Sakai berdiri sejajar, siap berkontribusi untuk daerah.

Tentang PHR Zona Rokan

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan anak perusahaan Pertamina di bawah Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi. PHR mengelola Wilayah Kerja (WK) Rokan sejak 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041, dengan area operasi sekitar 6.200 km² di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Selain memproduksi migas untuk kebutuhan nasional, PHR menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan lingkungan.**

Komentar