Duri,DuriPos.com — Sabtu pagi di Halaman Mall Mandau City (Mancy) itu berbeda dari biasanya. Musik angklung mengalun pelan, anak-anak dengan seragam warna-warni tersenyum penuh percaya diri, sementara para orang tua berdiri di sisi panggung dengan mata berkaca-kaca.
Mereka bukan penampil biasa—mereka adalah siswa-siswi SLB Cendana Duri, yang hari itu punya panggung khusus untuk merayakan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025.
Mengusung tema “Disabilitas Berkarya, Mandiri Berprestasi”, acara itu lebih dari sekadar pertunjukan. Ia adalah panggung keberanian—tempat anak-anak istimewa menunjukkan bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti bermimpi dan berkarya.

Tarian Pertama, Tepuk Tangan Pecah
Ketika musik dance diputar, beberapa siswa maju dengan langkah ragu. Namun begitu gerakan pertama dimulai, panggung terasa penuh energi. Pengunjung mall ikut berhenti, menyaksikan mereka menari dengan semangat yang tak kalah dari penampil profesional.
Dari sisi panggung, seorang ibu tampak mengusap air mata. “Dia latihan setiap malam,” bisiknya bangga.
Selain tarian, ada penampilan angklung, puisi, vokal solo, fashion show, hingga flash mob. Setiap nomor mendapat sambutan meriah—bukan karena sempurna, tetapi karena tulus.

Dukungan Mengalir dari Banyak Pihak
Panggung ini bisa berdiri berkat dukungan banyak sponsor: PT PHR, SLB, PT GDSK, IMECO, GWDC, Bukaka, BKP, PPS, Mancy, Kun Travel, Marigold, Andalas Karya Mulia, FBA, hingga IACD. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa kepedulian terhadap penyandang disabilitas bukan hanya slogan, tetapi tindakan nyata.
Hadir pula berbagai pihak: Asisten II Bupati Bengkalis H. Toharuddin SH, M.Si, perwakilan Camat Mandau, YPCR, UPT Sosial, komite sekolah, serta orang tua yang memberi dukungan penuh.

Suara dari Panggung
Kepala SLB Cendana Duri, Nur Fitri Eliyondri, dengan suara bergetar menyampaikan bahwa HDI bukan sekadar peringatan rutin. “Ini adalah pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan ruang untuk berkarya dan dihargai,” ucapnya.
Perwakilan YPCR, Anita GW, menambahkan bahwa dukungan terhadap penyandang disabilitas harus hadir setiap hari, bukan hanya saat hari peringatan.
Sementara itu, Ketua Komite SLB, Mukhlis, membawa kabar baik. Pemkab Bengkalis tengah menyiapkan Perda tentang penghormatan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. “Ini langkah besar bagi masa depan anak-anak kita,” katanya.
Toharuddin, mewakili Bupati Bengkalis, menutup sambutan dengan pesan yang menjadi denyut utama acara hari itu. “Teruslah berkarya. Pemerintah hadir untuk mendukung setiap langkah kalian,” ujarnya.

Ketika Semangat Mengalahkan Batas
Acara ditutup dengan tor-tor, angklung, dan lomba vokal yang membuat suasana semakin meriah. Tetapi lebih dari itu, hari itu meninggalkan jejak dalam hati semua yang hadir.
Bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bukanlah kelompok yang harus disisihkan. Mereka adalah bagian dari kita—anak-anak dengan mimpi, bakat, dan suara yang layak didengar.
Dan panggung kecil di Mancy itu membuktikan satu hal:
Ketika dunia memberi mereka ruang, mereka tidak hanya tampil—mereka bersinar.











Komentar